- See more at: http://dikaeuphrosyne.blogspot.com/2013/04/cara-agar-artikel-di-blog-tidak-dapat.html#sthash.JcEiggbH.dpuf Pariwisata Bali dan Global (Bali and Global Tourism)

Sabtu, Mei 02, 2015

PARIWISATA BALI YANG MENSEJAHTERAKAN, APA PERLU REKLAMASI?

Oleh : I Made Bayu Wisnawa


Bali memang selalu identik dengan pariwisata, seni dan budaya. Tidak salah jika orang ingin menemukan surga dunia, pasti memilih untuk datang ke Bali. Keberadaan Bali sebagai icon pariwisata Indonesia, dan berbagai predikat yang ditujukan pada Bali sebagai island of paradise,  The Last Paradise, The Island of Peace, Pulau Cinta, Pulau Sorga, hingga Pulau Magis memang merupakan sebutan yang  sangat tepat. Keunikan dan keramahtamahan penduduk Bali membuat Bali semakin diminati, dikunjungi dan dijadikan tempat untuk berinvestasi.

Hal tersebut merupakan sebuah anugrah bagi penduduk Bali, Bangsa Indonesia, dan seluruh bangsa-bangsa di dunia. Oleh karenanya, perhatian dan kepedulian kita terhadap kelestarian Bali sebagai  destinasi wisata internasional harus tetap dijaga dan ditingkatkan demi mewujudkan Bali yang lestari, dimana kedepannya pariwisata yang dikembangkan di Bali mampu menjadi berkat bagi generasi penerus di masa datang. Bukan sebaliknya, jangan sampai pariwisata menjadi biang kehancuran dan kepunahan Bali.


Salah satu kondisi terkini yang terjadi dalam pengembangan kepariwisataan di Bali adalah rencana reklamasi Teluk Benoa. Sampai saat ini, pro dan kontra masih terjadi di kalangan stake holder pariwisata di Bali. Pendukung reklamasi memiliki argumen bahwa reklamasi atau revitalisasi adalah upaya untuk menambah luas areal lahan untuk dapat digunakan sebagai aktivitas ekonomi yang mensejahterakan masyarakat. Hal ini di dasari atas pertimbangan bahwa Bali adalah sebuah pulau kecil, sementara kebutuhan akan lahan semakin besar. Dengan dilakukan reklamasi, dengan mega proyek pariwisata di dalamnya, diharapkan akan mampu menyerap tenaga kerja di  bidang pariwisata. Pada intinya reklamasi akan dapat mensejahterakan masyarakat Bali. Sebagai pembanding, reklamasi juga dilakukan di Singapura, Jepang, dan  tampaknya reklamasi di negara tersebut dianggap mampu menjawab kebutuhan masyarakat di sana untuk melaksanakan pembangunan.Link dari kelompok Pro Revitalisasi-Reklamasi

Disisi lain, masyarakat yang kontra reklamasi beranggapan bahwa reklamasi dianggap merusak lingkungan, biang terjadinya abrasi, banjir  dan dampak memiliki dampak negatif baik jangka pendek dan jangka panjang. Konsep pemikiran yang mendasari ditolaknya reklamasi adalah Bali pulau yang kecil, dengan daya dukung yang sangat terbatas. Bali dengan luas 5.636 km2 dengan penduduk ideal sebanyak 2,4 juta jiwa, saat ini sudah dihuni 3 juta jiwa belum termasuk jumlah wisatawan yang datang ke Bali dengan rata-rata 2 juta orang per tahun. Artinya, Bali sudah penuh, sesak tidak perlu lagi dikembangkan pariwisata yang bersifat massal dengan pembangunan faslitas mega proyek yang banyak menyerap sumber daya. Hal lain yang mendasari ditolaknya reklamasi, karena dilakukan di wilayah Bali Selatan yang sudah sangat jenuh dengan aktivitas pariwisata. Belum dilakukan reklamasi saja sudah sering terjadi kemacetan, kekurangan sumber air bersih, kebanjiran, abrasi pada pesisir pantai timur Pulau Bali. Terlebih lagi investor yang bermain pastilah yang memiliki modal sangat besar, sementara investor lokal pasti akan tersisih. Akibatnya keuntungan akan lari ke luar Bali. Berikut pandangan yang kontra reklamasi/revitalisasi



Memang sudah saatnya pengembangan kepariwisataan di Bali mengarah pada Quality Tourism, dengan wisatawan yang berkualitas, length of stay yang lama, spending money yang tinggi. Sudah saatnya konsep mass tourism  ditinggalkan, karena Bali memang sudah tidak membutuhkannya lagi. Pemerataan pendapatan melalui pengembangan pariwisata jauh lebih penting daripada memaksakan diri untuk membangun fasilitas-fasilitas pariwisata yang mengandalkan investor asing. Sehingga kedepannya memang betul terjadi bahwa pariwisata untuk Bali, bukan Bali untuk pariwisata, dimana generasi penerus hidup lebih sejahtera di Pulau Bali yang lestari.

Minggu, Maret 22, 2015

KOTA GEDE, JOGJAKARTA

Buat rekan-rekan yang sudah sering ke Jogjakarta, dan sekitarnya, mungkin nama KOTA GEDE sudah tidak asing lagi, dan bahkan mungkin sudah sedikit 'boring'. Tapi buat saya, yang namanya JOGJAKARTA dengan segala macam pernak-perniknya merupakan keindahan tersendiri yang tidak pernah selesai untuk dinikmati.

KOTA GEDE merupakan tempat bersejarah, dimana kerajaan MATARAM ISLAM dibawah kepemimpinan PANEMBAHAN SENOPATI, yang merupakan leluhur dari SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO Sang Pemimpin, Raja dari KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT.

Memasuki KOTA GEDE, seolah-olah kembali kemasa lampau,sangat lampau dimana bangunan sepanjang jalan yang sangat kuno, bersahaja, menyimpan berjuta misteri untuk digali dan terus digali sebagai sumber pengetahuan anak bangsa terhadap leluhurnya yang pernah menjayakan nusantara.

"Ijinkan aku pulang lagi....Bila hati, mulai sepi dan tak terobati........."
 (Kla, 1992 Yogyakarta)


Gambar 1
Pohon Beringin, pada pintu masuk Pemakaman Raja Mataram
Konon, pohon ini ditanam oleh Panembahan Senopati.

Gambar 2
Gapura Menuju Masjid Agung Mataram
Begitu indah, penuh misteri dan agung


Gambar 3
Penulis Berfoto Sejenak


Gambar 4
Gapura Pintu masuk Pemakaman Raja-Raja Mataram,
di dalamnya terdapat Makam Ki Ageng Pemanahan, Panembahan Senopati,
Ratna Dumilah, Ki Mangir (Makamnya terbagi dua).


Gambar 5
Masjid Agung Mataram


Gambar 6
Pintu Masuk Rumah Abdi Dalem
Sungguh Kuno, Antik, dan Sangat Bersejarah


Gambar 7
Kenapa ada Asap?

Ogoh-ogoh 2015

Perayaan nyepi pada Tahn 2015 ini jatuh pada hari Sabtu,21 Maret 2015. Seperti biasa, sehari sebelumnya diawali dengan pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh. Ada yang menarik kali ini, terjadi "sumbang" dalam mengekspresikan arak-arakan ogoh-ogoh. Kesumbangan itu terlihat jelas dengan iringan lagu musik DANGDUT, AJEB-AJEB, UNDERGROUND, yang tentunya SANGAT TIDAK COCOK dengan tema nyepi itu sendiri dan budaya Bali. Semestinya digunakan BELEGANJUR.

Berikut ini ditampilkan beberapa ogoh-ogoh yang sempat diabadikan dalam kamera.










Selasa, Maret 17, 2015

Nasi GUDEG JOGJA @ WIDJILAN

Cannot say anything, it is so delizious!


Minggu, Maret 15, 2015

Obyek Wisata Lembu Putih

Obyek wisata alam Lembu Putih, yang terletak di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar merupakan obyek wisata yang unik dengan beragam atraksi wisata. Selain menawarkan Lembu Putih yang dipuja oleh umat Hindu sebagai kendaraan Dewa Siwa (Lembu Nandini), juga terdapat camping ground, tracking, dan wisata spiritual serta tanaman herbal yang berkhasiat untuk penyembuhan.
Untuk mencapai lokasi ini dari Denpasar, agak rumit karena tidak ada papan penunjuk jalan menuju kesana. Namun jangan kuatir, sebut saja Elephant Saphary Park, Taro atau tempat nonton gajah di Taro Gianyar, maka untuk mencapai lokasi ini akan lebih mudah mengingat lokasi Obyek Wisata Lembu Putih bersebelahan dalam satu ruas jalan kecil.
Tidak banyak yang tahu obyek ini, oleh karenanya penulis dan team akan berupaya membantu mengembangkannya dengan mengajukan proposal IbM ke Dikti. Semoga berhasil.



Minggu, November 30, 2014

Tulisan Separuh Hati

Keheningan malam membuat tangan ini ingin menari, menekan dan melompat di atas keyboard. Mengalirlah semua inspirasi yang ada di kepala!  

Jujur saja, kepenuh sesakan fikiran di benak membuat mau muntah. Teringat masa-masa lampau dalam kesendirian mengendara menjelajah Bali Tengah ke Bali Utara, kemudian memutar ke Bali Timur. Merekam dalam hati tangkapan dari panca indria tentang semua fenomena yang terlihat, dan muncul seketika. Apa yang ada hanyalah semu, dan pada saatnya semua yang tidak ada dan bersifat abstrak menjadi nyata.
 Berjalanlah dalam Terang!






Sabtu, November 29, 2014

Puri Bagus Jati Taro dan Bagus Agro Plaga, Aplikasi Konsep Sustainabelity

 Sebagai Civitas Akademika yang mempelajari kepariwisataan dan perhotelan, tentunya proses belajar yang komprehensif memerlukan teknik observasi dalam memahami segenap konsep-konsep, maupun teori yang ada dalam mata kuliah yang dipelajari.
Oleh karena itu,  dalam memahami konsep Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dan Pengantar Perhotelan, maka kegiatan observasi ke Objek yang menerapkan konsep sustainabelity  dilakukan dengan harapan dapat secara langsung melihat aplikasi dari teori yang ada.
Hotel Puri Bagus Jati Taro, Gianyar, merupakan salah satu hotel dengan segmen pasar khusus dengan pengelolaan ramah lingkungan dan personalize service. Tidak hanya itu saja, konsep community based, penerapan arsitektur lokal dan nusantara, konsumsi bahan makanan organik, sehat dan segar serta latihan yoga menjadi bagian dalam pengelolaan hotel ini. 
Demikian pula dengan Bagus Agro Plaga, sebuah aplikasi dari Agrowisata yang memiliki komitmen tinggi dalam community based yang merupakan salah satu bagian dari prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Salut buat Bapak Bagus Sudibya dan segenap staffnya yang ramah dan antusias dalam menerima kunjungan kami untuk mempelajari penerapan konsep Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Semoga usaha Bapak semakin berkembang dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat lokal.