- See more at: http://dikaeuphrosyne.blogspot.com/2013/04/cara-agar-artikel-di-blog-tidak-dapat.html#sthash.JcEiggbH.dpuf Pariwisata Bali dan Global (Bali and Global Tourism)

Selasa, November 25, 2014

Menggalakkan Kembali Sapta Pesona

Tidak diragukan lagi kontribusi pariwisata dalam menunjang pembangunan di Bali, memang mampu berperan sebagai "pilar pembangunan" yang dapat mensejahterakan masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan, dan efek multiflier dalam menggairahkan perekonomian di Bali bahkan Indonesia. Oleh karenanya pengembangan kepariwisataan di Bali harus terus dijaga dalam konsep sustainabelity (berkelanjutan).

Ironisnya, ditengah hiruk pikuk pengembangan kepariwisataan Bali, masih ada beberapa oknum atau sekelompok masyarakat yang masih belum sadar mengenai pariwisata. Masih ada aksi-aksi arogan yang sangat mengganggu kenyamanan wisatawan dalam melakukan aktivitas wisata di Bali. Misalnya masih ada aksi pungutan liar, ketika memasuki kawasan wisata Kintamani. Sementara itu masih banyak juga pedagang asong yang terus menerus mengejar wisatawan, memaksa untuk membeli barang dagangan mereka. Hal ini sungguh sangat menjengkelkan. Demikian pula aksi jual tanah yang terus menerus dilakukan masyarakat lokal kepada investor. Tentunya ini menyebabkan peralihan kekuasaan kepada investor, yang membuat semakin lunturnya dasar budaya dan adat Bali.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengembangan kepariwisataan di Bali, adalah  dengan kembali menerapkan konsep SADAR WISATA yang isinya adalah hal-hal yang sangat mendasar dalam pengembangan kepariwisataan, dan sangat penting.
Memang SADAR WISATA merupakan produk lama dari jaman ORDE BARU, dimana pada saat itu Menparpostel Bapak Soesilo Soedarman  dan Dirjen Bapak Joop Ave yang pertama kali menggagas dan mengembangkan konsep SADAR WISATA
SADAR WISATA, terdiri dari :

  1. AMAN
  2. TERTIB
  3. BERSIH
  4. SEJUK
  5. RAMAH
  6. INDAH 
  7. KENANGAN






Flower @ My Home

Bunga indah di halaman rumah. Adalah berkat ilahi yang indah. Semua bunga indah, sebagai simbol hasil dan tuah.

Semoga hati,pikiran dan apa yang dikerjakan memberi hasil yang membanggakan.








Minggu, November 16, 2014

Babi Guling Ala Mendek

Sahabat Blogger, kali ini penulis meliput peristiwa pembuatan Babi Guling di Kampung Halaman tercinta, yakni di Desa Pakraman Mendek,Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg, Tabanan Bali.
Babi Guling ini ditujukan sebagai persembahan kepada Sang Pencipta sebagai wujud rasa syukur dan bakti atas segala berkat yang diberikan dalam hidup, yang dihaturkan pada saat "Piodalan dan Pemlaspasan Sanggah " di rumah penulis.
Punya www.madebayu.blogspot.com
Gambar I Babi Ditaangkap Terlebih Dahulu

Sebenarnya dalam hati kecil yang terdalam, muncul pertanyaan, "Apakah perlu mengorbankan mahluk untuk sebuah upacara? ; Apakah ini perwujudan rasa kasih sayang dan terima kasih?". Jujur saja, ada rasa pertentangan dalam hati ketika melihat Babi yang tak berdosa ini ditangkap dan disembelih (pada Gambar I, II dan seterusnya). 
Memang, penulis sempat membaca, bahwa pengorbanan mahluk dalam upacara akan meningkatkan derajat mahluk tersebut dalam kehidupannya yang akan datang. (......mudah-mudahan beneran ya.......)

Gambar II Babi Dipasupati dan Disembelih....(ooo....serammmm)
Dalam kepercayaan Hindu Bali, memang beginilah yang diyakini secara turun temurun. Kalau mau ditelusuri, semuanya ada alasan dan latar belakang mengapa pengorbanan suci ini dilakukan. Jika diceritakan semuanya panjang lebar.....Dan yang penting, apa yang dilakukan pada pengorbanan didasari atas tulus ikhlas dan rasa bhakti. Selama ini kegiatan ini memang dipercayai mampu mendatangkan kemakmuran dan ketenangan bagi umat (Konsep Panca Yadnya dan Tri Rna)


Gambar III Bulu-bulu Kasar Babi Dikelupas dengan "Diborbor" Api "Danyuh"

Gambar IV Kulit Babi Bersihkan , Dikuris dengan "Tah"

Gambar V Jeroan Babi Dikeluarkan dan Dibersihkan

Gambar VI Tiang Penggulingan Dimasukkan dari Dubur Sampai Mulut, selanjutnya Bumbu-bumbu dan Sayur Daun Singkong Bumbu Bali Dimasukkan ke Dalam Perut Babi dan Dijahit
Gambar VII Babi Dipanggang 

Gambar VIII Penulis Ikut Serta Dalam Proses Pemanggangan


Gambar IX Babi Guling Sudah Matang 

Gambar X  Babi Guling Sudah Dihaturkan Sebagai Persembahan

Gambar XI Babi Guling Dipotong-potong untuk Dibagikan ("Ngejot") pada "Nyama Braya"