- See more at: http://dikaeuphrosyne.blogspot.com/2013/04/cara-agar-artikel-di-blog-tidak-dapat.html#sthash.JcEiggbH.dpuf Pariwisata Bali dan Global (Bali and Global Tourism)

Minggu, November 16, 2014

Babi Guling Ala Mendek

Sahabat Blogger, kali ini penulis meliput peristiwa pembuatan Babi Guling di Kampung Halaman tercinta, yakni di Desa Pakraman Mendek,Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg, Tabanan Bali.
Babi Guling ini ditujukan sebagai persembahan kepada Sang Pencipta sebagai wujud rasa syukur dan bakti atas segala berkat yang diberikan dalam hidup, yang dihaturkan pada saat "Piodalan dan Pemlaspasan Sanggah " di rumah penulis.
Punya www.madebayu.blogspot.com
Gambar I Babi Ditaangkap Terlebih Dahulu

Sebenarnya dalam hati kecil yang terdalam, muncul pertanyaan, "Apakah perlu mengorbankan mahluk untuk sebuah upacara? ; Apakah ini perwujudan rasa kasih sayang dan terima kasih?". Jujur saja, ada rasa pertentangan dalam hati ketika melihat Babi yang tak berdosa ini ditangkap dan disembelih (pada Gambar I, II dan seterusnya). 
Memang, penulis sempat membaca, bahwa pengorbanan mahluk dalam upacara akan meningkatkan derajat mahluk tersebut dalam kehidupannya yang akan datang. (......mudah-mudahan beneran ya.......)

Gambar II Babi Dipasupati dan Disembelih....(ooo....serammmm)
Dalam kepercayaan Hindu Bali, memang beginilah yang diyakini secara turun temurun. Kalau mau ditelusuri, semuanya ada alasan dan latar belakang mengapa pengorbanan suci ini dilakukan. Jika diceritakan semuanya panjang lebar.....Dan yang penting, apa yang dilakukan pada pengorbanan didasari atas tulus ikhlas dan rasa bhakti. Selama ini kegiatan ini memang dipercayai mampu mendatangkan kemakmuran dan ketenangan bagi umat (Konsep Panca Yadnya dan Tri Rna)


Gambar III Bulu-bulu Kasar Babi Dikelupas dengan "Diborbor" Api "Danyuh"

Gambar IV Kulit Babi Bersihkan , Dikuris dengan "Tah"

Gambar V Jeroan Babi Dikeluarkan dan Dibersihkan

Gambar VI Tiang Penggulingan Dimasukkan dari Dubur Sampai Mulut, selanjutnya Bumbu-bumbu dan Sayur Daun Singkong Bumbu Bali Dimasukkan ke Dalam Perut Babi dan Dijahit
Gambar VII Babi Dipanggang 

Gambar VIII Penulis Ikut Serta Dalam Proses Pemanggangan


Gambar IX Babi Guling Sudah Matang 

Gambar X  Babi Guling Sudah Dihaturkan Sebagai Persembahan

Gambar XI Babi Guling Dipotong-potong untuk Dibagikan ("Ngejot") pada "Nyama Braya"

Minggu, Juni 29, 2014

Seminar Nasional Kepariwisataan 2014

Sebagai bagian civitas akademika perguruan tinggi, sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi (i) Pendidikan dan pengajaran, (ii)Penelitian dan (iii) Pengabdian Masyarakat. Terlebih lagi UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Nasional menuntut para dosen dan institusi perguruan tunggi untuk senantiasa meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Saat ini kegiatan penelitian sudah menjadi kewajiban bagi para dosen untuk selalu dapat mengaitkan antara teori, konsep yang merupakan bidang keilmuan yang ditekuni kepada permasalahan dan realita yang terjadi pada kehidupan masyarakat, Dengan berkembangnya penelitian, maka berkembang pula kemampuan dosen dalam penguasaan ilmu yang ditekuni, karena pada saat melakukan penelitian maka ilmu yang ada di dalam pikiran dosen akan teraplikasi dalam dunia nyata untuk memecahkan berbagai permasalahan. Hal ini tentunya akan menguatkan dan menghasilkan pengetahuan yang baru lagi bagi para dosen untuk dapat dituangkan dalam bahan ajar dan disebarkan dalam forum ilmiah resmi.

STIPAR Triatma Jaya, selaku institusi yang bergerak dalam bidang kepariwisataan ingin mewujudkan kepariwisataan yang berkelanjutan di Bali. Saat ini Bali berada pada masa maturity jika dilihat dari konsep desetination life cycle  mengalami krisis carryng capacity, sehingga hanya ada dua pilihan:(i) rejuvenation atau (ii) decline to the valley of the death. Kondisi ini menuntut kerjasama dari berbagai pihak, khususnya stakeholder pariwisata terutama pemerintah dan akademisi untuk bersama-sama turun gunung memberi kontribusi dalam bentuk pemikiran dan kebijakan yang mampu menyelamatkan Bali.

SEMINAR NASIONAL KEPARIWISATAAN DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN 2014 dengan tema : Peranan Sustainable Tourism Development  dalam Penguatan Ekonomi Kreatif , merupakan wujud nyata STIPAR dalam mengakomodir permasalahan yang terjadi dalam kepariwisataan Bali, Kinerja Dosen dan Pemerintah dalam mewujudkan Sustainable Tourism di Bali.

Kami mengundang segenap stakeholder pariwista untuk berpartisipasi sebagai PEMAKALAH maupun PESERTA pada :
SEMINAR NASIONAL KEPARIWISATAAN STIPAR TRIATMA JAYA 2014
Contact Person :

Bayu 085737472077
Herin 081239321797
Evi    081314099131







Sabtu, Juni 07, 2014

Pilpres dan Cawapres 2014

Saat ini Bangsa Indonesia sedang merayakan pesta demokrasi, yakni Pemilihan Presiden dan Calon Wakil Presiden untuk Periode 2014 s/d 2019. Hal ini patut di syukuri, karena Bangsa Indonesia telah mulai menapak kemajuan dalam menikmati hak untuk memilih. Pemimpin atau wakilnya secara langsung, dan akan menentukan nasib Bangsa Indonesia selama lima tahun ke depan. Oleh karena itu, para stake holder pariwisata hendaknya memilih Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang tepat yang mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia dan di Bali pda khususnya.
Maka dari itu hendaknya kita juga menilai dengan cerdas, bagaimana profile masing-masing Capres dan Cawapres, apa visi dan misinya, serta siapa saja orang yang berada di belakang mereka, apakah mendukung konsep pengembangan pariwisata atau tidak?